MEULABOH, — Batu giok 20 ton yang ditemukan warga di kawasan hutan lindung di Desa Pante Ara, Kacamatan Beutong Ateuh, Kabupatan Nagan Raya, Aceh, akan dipindahkan dari lokasi awal oleh Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben).
Batu giok itu akan dibawa ke pusat perkantoran pemerintahan di Suka Makmue. "Batu itu akan kami pindahkan dari lokasi penemuan ke pusat perkantoran pemerintahan," kata Samsul Kamal, Kepala Distamben Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (21/2/2015).
Menurut Samsul, instansinya masih mengalami kendala untuk memindahkan batu giok tersebut. Sebab, ada sejumlah warga yang menentang jika batu tersebut disita dan dipindahkan.
Padahal, kata dia, dinas pertambangan dan energi sudah menjadwalkan untuk mengeksekusi batu tersebut sejak tiga hari yang lalu.
"Sampai sekarang kita belum bisa memindahkan karena ada pihak yang tidak ingin batu tersebut kita pindahkan," ucapnya. Kemungkinan pemindahan batu giok 20 ton itu akan dilakukan pada saat malam hari.
lokasi penemuan batu giok itu sejak sepekan ini selalu ramai didatangi warga dan awak media yang melakukan peliputan.
Batu giok itu akan dibawa ke pusat perkantoran pemerintahan di Suka Makmue. "Batu itu akan kami pindahkan dari lokasi penemuan ke pusat perkantoran pemerintahan," kata Samsul Kamal, Kepala Distamben Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (21/2/2015).
Menurut Samsul, instansinya masih mengalami kendala untuk memindahkan batu giok tersebut. Sebab, ada sejumlah warga yang menentang jika batu tersebut disita dan dipindahkan.
Padahal, kata dia, dinas pertambangan dan energi sudah menjadwalkan untuk mengeksekusi batu tersebut sejak tiga hari yang lalu.
"Sampai sekarang kita belum bisa memindahkan karena ada pihak yang tidak ingin batu tersebut kita pindahkan," ucapnya. Kemungkinan pemindahan batu giok 20 ton itu akan dilakukan pada saat malam hari.
lokasi penemuan batu giok itu sejak sepekan ini selalu ramai didatangi warga dan awak media yang melakukan peliputan.


bahahahah]
ReplyDelete